Zelenskyy marah besar puluhan ribu tentara Korea Utara akan dikirim ke Rusia

26 Juli 2026, 07:05 WIB
0 Komentar

ORBITBARU.COM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy marah mendengar informasi bahwa puluhan ribu tentara Krea Utara akan dikirim ke Rusia untuk memerangi Ukraina.

“Rusia ingin mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara lagi,” kata Zelensky seperti dikabarkan kantor berita Reuters, Minggu 26 Juli 2026.

Tahun 2024, Korea Utara mengirimkan 14.000 tetara mereka ke wilyah Kursl, Rusia untuk membantu Moskow memukul mundur pasukan Ukraina di wilayah tersebut.

Zelenskyy mengungkapkan persiapan pengiriman puluhan ribu tentarav Korea Utara itu telah berlangsung sejak pertengahan tahun ini di wilayah Voronezh, Rusia.

Peluncur peluru kendali

Selain tentaranya, kata Zelenskyy, Korea Utara sedang sedang menyiapkan pemgiriman peluncur peluru kendali kendali (Rudal) balistik baru ke Rusia.

“Ini adalah ancaman bagi setiap negara di Asia yang berada dalam jangkauan peluru kendali Korea Utara,” katanya.

Zelenskyy akan membuat sikap balasan terhadap ancaman tersebut.

Zelensky akan membuat sikap balasan terhadap ancaman tersebut.

Wajib militer secara paksa

Rezim Presiden Volodymyr Zelenskyy sedang menggencarkan perekrutan secara paksa terhadap warga Ukraina untuk menjalani sebagai relawan wajib militer.

Perekrutan secara paksa ini dijalankan oleh rezim Zelenskyy setelah sebagian besar warga Ukraina khususnya anak-anak muda menolak menjadi relawan wajib militer untuk berperang di garis depan melawan Rusia.

Banyak warga Ukraina kemudian pergi ke luar negeri untuk menghindari wajib militer. Mereka mengaku tidak mau menjadi korban perang melawan Rusia yang bersenjata modern dan kuat.

Dari video yang beredar luas di media sosial, personel militer Ukaina yang bertugas merekrut relawan wajib militer berkeliling kota, termasuk masuk ke rumah-rumah penduduk.

Mereka menangkap lalu membawa warga yang sudah berusia 25 tahun untuk menjadi relawan wajib militer.

Dalam video itu juga diperlihatkan sekelompok personel militer turun dari kendaraan minibus lalu masuk ke rumah penduduk.

Mereka kemudian menyeret lelaki usia 20-an tahun. Lelaki muda itu pun meronta-ronta sambil melepaskan diri dari cengkeraman personel militer yang menyeret mereka keluar rumah untuk di bawa masuk ke mobil.

Video lain memperlihatkan seorang warga keluar dari mobilnya sambil membawa tongkat dan berjalan pincang ketika diadang oleh sekelompok personel militer di tengah jalan.

Ketika personel militer Ukraina itu lengah, warga yang berpura-pura pincang tadi langsung berlari sekencangnya meloloskan diri dari militer.

Ada juga seorang warga Ukraina tiba-tiba melompat dari kendaraan yang sedang melaju membawa sekelompok orang untuk dijadikan relawan wajib militer. Warga tadi kemudian melarikan diri dan dikejar oleh personel militer.

Hasil penelusuran di internet menyebut, Ukraina sekarang ini menghadapi krisis personel militer di garis depan pertempuran.

Ukraina sampai merekrut warga asing seperti dari Meksiko dan beberapa negara miskin lainnya untuk menjadi tentara bayaran.

Di antara tentara bayaran Ukraina itu, banyak yang kemudian meninggal terkena serangan militer Rusia. Sebagian lainnya cedera kemudian ditawan Rusia.***

Terkait