ORBITBARU.COM – Tingkat kepuasan publik kepada kinerja Presiden Prabowo Subianto yang menurun sampai 30 persen menurut hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) ramai dibahas di media sosial.
Menurut pengamatan Senin 27 Juli 2026, pegiat media sosial baik di Instagram, facebook, dan X maupun netizen banyak yang membahas hasil survei SMRC tersebut.
Mulai dari yang memojokkan Presiden Prabowo Subianto sampai yang membelanya.
Kubu pegiat media sosial dan netizen yang memojokkan Prabowo Subianto menyebut hasil survei tersebut sebagai realita yang harus diterima sebagai bentuk koreksi.
Sedangkan kubu yang membela Prabowo Subianto menuding hasil survei tidak adil karena SMRC berseberangan dengan Presiden.
Perang komentar antara kubu dan pendukung Prabowo Subianto pun tak bisa terelakkan.
Tingkat kepuasan publik kepada kinerja Presiden Prabowo Subianto menurun sampai 30 persen berdasarkan hasil suvei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) selama periode 5-19 Juli 2026.
Hasil survei SMRCini dipublikasikan ole SMRC di Jakarta melalui saifulmujani.com, Minggu 26 Juli 2026.
Menurut Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal Youtube SMRC TV, tingkat kepuasan publik yang November 2025 mencapai 81,2 persen, sekarang menjadi hanya 51,1 persen.
Deni dalam presentasinya menunjukkan, warga merasa tidak atau sangat tidak puas pada kinerja presiden Prabowo meningkat dari 16 persen pada survei November 2025 menjadi 46,9 persen pada survei Juli 2026.
Deni lebih rinci menunjukkan bahwa pada survei terakhir 5-19 Juli 2026, sekitar 4,8 persen warga yang merasa sangat puas kinerja Presiden, 46,3 persen cukup puas, 35 persen kurang puas, 11,9 persen tidak puas sama sekali, dan 2,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Deni menyatakan, penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan evaluasi negatif warga kepada keadaan ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Deni menjelaskan populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih.
Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telepon (83,8 persen), sedangkan yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen).
Proporsi ini sesuai populasi pengguna cellphone dan yang tak menggunakannya.
Margin of error survei ini +/- 3,7 persen.
Untuk melihat perbedaan signifikan, perbedaan itu harus minimal 2 kali margin of error (7,4 persen).***
