Oleh Krista Riyanto*
ORBITBARU.COM – Kota Bandung, bahkan Jawa Barat telah berpesta merayakan Persib Bandung merebut trofi juara Super League 2025/2026.
Ya, Persib Bandung dan Jawa Barat telah menjadi juara.
Meski demikian, Borneo FC Samarinda boleh berbagangga. Masyarakat Kota Samarinda dan Kalimantan Timur boleh berbangga dengan klub kesayangan mereka yang hanya di peringkat kedua. Kenapa?
Karena, secara statistik Persib Bandung sebenarnya kalah perkasa dibanding Borneo FC. Persib Bandung hanya diuntungkan oleh keunggulan head to head melawan Borneo FC. Di pertandingan pertama, Persib Bandung menang 3-1 melawan tau mereka Borneo FC di Stadion Bandung Lautan Api. Di putaran kedua di Stadion Segiri Samarinda, Borneo FC bermain imbang 1-1 melawan tamu mereka Persib Bandung.
Selain keuntungan head to head, rekor Persib Bandung kalah banyak dibanding Borneo FC.
Persib Bandung menjadi juara setelah duduk di peringkat pertama klasemen akhir kompetisi Super League 2025/2026 dengan mengemas 79 poin, menang 24 kali, seri tujuh kali, mencetak 59 gol, kemasukan 22 gol, memiliki selisih 37 gol.
Borneo FC Samarinda, Kalimantan Timur yang ada di peringkat kedua mengemas 79 poin, menang 25 kali, seri empat kali, kalah lima kali, mencetak 74 gol, kemasukan 31 gol, memiliki selisih 43 gol.
Dari data tersebut, Borneo FC menang dari sisi jumlah kemenangan (25) berbanding 24 Persib Bandung, hasil seri (4) berbanding 7 Persib Bandung, produktivitas gol (74) berbanding 59 Persib Bandung , dan selisih gol (43) berbanding 37 Persib Bandung.
Persib Bandung hanya unggul dari sisi kekalahan (3) berbanding 5 Borneo FC.
Dilihat dari prodktivitas mencetak gol, Borneo FC lebih unggul dibanding Persib Bandung. Borneo FC rata-rata mencetak 2,17 gol (74 gol dibagi 34 kali bertanding) setiap pertandingan, sedangkan Persib Bandung mencetak 1,73 gol (59 gol dibagi 34 kali bertanding).
Lalu dari nilai skuad, Persib Bandung jauh lebih mahal dan boros dibanding Borneo FC. Nilai skuad Persib Bandung mencapai Rp144 miliar, sedangkan Borneo FC hanya 92,73 miliar. Secara global, nilai Persib Bandung ini menempakan mereka menjadi salah satu klub papan atas di Asia Tenggara.
Dengan nilai skuad yang hampir dua kali lipat Boneo FC, capaian Persib Bandung tidak bisa dibilang mengilap, tetapi lebih tepat disebut minimum. Mereka seharusnya bisa mengemas poin jauh melebihi Borneo FC dan mengunci gelar sebelum kompetisi terakhir.
Kekalahan lain Persib Bandung dibanding Borneo FC adalah prestasi individunya. Borneo FC melahirkan dua pemain yang memperoleh penghargaan terbaik musim ini. Mereka ialah Mariano Peralta yang dinobatkan menjadi pemain terbaik dan Nadeo Argawinata sebagai kiper terbaik.
Sedangkan Persib Bandung hanya melahirkan satu orang yaitu pelatih terbaik, Bojan Hodak.
Oleh karena itu, Persib Bandung tidaklah mudah mempertahankan gelar juaranya musim depan.
Borneo FC akan kembali menjadi ancaman nyata, atau malah mereka yang berpesta juara di Samarinda.***
*Krista Riyanto ialah wartawan peminat sepak bola
