Oleh Daryatmo*
ORBITBARU.COM – Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) baru saja lahir, tepatnya di bulan Mei 2025.
Meski begitu, gerak langkah YSPN telah jauh melebihi usianya. Dapat dibilang sejak di kandungan, jabang bayi YSPN sudah tahu bahwa tugas dilahirkan adalah untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Tentu dengan gerak langkah yang sesuai perundangan dan ketentuan yang berlaku.
Disadari, pangan adalah kebutuhan dasar manusia, dan oleh karenanya tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa pangan sangat menentukan kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Ketika suatu negara berhasil mewujudkan ketahanan pangan, risiko ketergantungan kepada impor pangan menurun, dan negara lebih terlindungi dari ancaman eksternal.
Itulah sebab, setiap rezim pemerintahan selalu ada kebijakan ketahanan pangan, tak terkecuali pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Mereka telah menempatkan pentingnya swasembada pangan di Asta Cita-nya yang selengkapnya berbunyi ”memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru”.
Mengingat demikian kompleksnya tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan, sehingga dalam pelaksanaannya tidak cukup hanya dikerjakan oleh pemerintah, namun juga perlu melibatkan elemen masyarakat yang memiliki kepedulian kepada pangan.
Tantangan dimaksud antara lain meningkatnya jumlah penduduk yang dengan sendirinya meningkat pula kebutuhan pokok pangan, alih fungsi lahan pertanian yang disebabkan oleh bertambahnya pemukiman, dan yang tidak kalah pentingnya adalah faktor cuaca yang sering kali berubah.
Atas pertimbangan itu, Yayasan Swatantra Pangan Nusantara yang sengaja didirikan untuk memenuhi panggilan kemanusiaan membantu pemerintah sebagaimana visinya yaitu ”terwujudnya Indonesia yang berdaulat pangan, mandiri dan sejahtera”.
Untuk memenuhi komitmennya, yayasan juga telah memberangkatkan beberapa pengurusnya mengunjungi negara yang berhasil berswasembada pangan untuk melihat sekaligus ”benchmark” atas apa yang dilakukan oleh negara tersebut.
Untuk mewujudkan visi dan menjalankan misinya tersebut, yayasan diawaki oleh sumber daya manusia yang penuh pengalaman dengan latar belakang yang saling melengkapi, ada dari purnawirawan TNI, Polri, mantan birokrat, pengusaha dan tentu saja para ahli, yang melebur menjadi satu kesatuan yang solid dan kukuh.
Sejak didirikan sampai sekarang ini, yayasan telah berhasil menyiapkan lahan percontohan yang ditanami berbagai tanaman pangan, buah-buahan termasuk peternakan dan perikanan yang sekiranya dapat menginspirasi masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Yayasan juga bertindak selaku pembina bagi siswa sekolah dengan mengimbau ke pemangku kepentingan untuk mewajibkan setiap siswa menanam tiga sampai empat tanaman pangan misalnya cabai, baik melalui media tanah ataupun dengan kantong tanam, paling tidak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dengan mengambil contoh di SMK Utama Al Jabal Nur Samboja, Kalimantan Timur, siswa terlihat sangat antusias, sehingga program ini berhasil.
Yayasan akan berusaha untuk mensosialisasikan program ini ke sekolah lain yang berminat. Ada beberapa program yang telah dirancang oleh yayasan, salah satunya adalah menanam bibit unggul melalui kegiatan demontration plot (Demplot) bekerja sama dengan otoritas pemilik bibit unggul, pemerintah daerah dan kelompok tani.
Demikian, semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa meridhoi setiap langkah Yayasan Swatantra Pangan Nusantara dalam memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara tercinta Indonesia ini.***
*Daryatmo ialah Ketua Pengurus Yayasan Swantantra Pangan Nusantara
