ORBITBARU.COM – Republik Islam Iran menjalankan prinsip kehati-hatian dalam perdamaian dengan Amerika Serikat lewat jalur diplomasi.
Prinsip tersebut diungkap Iram melalui Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia di Jakarta seperti dikabarkan di akun X @Iran Embassy in Indonesia, Minggu 14 Juni 2026.
“Teheran menegaskan tetap membuka jalur diplomasi, namun dengan sikap penuh kehati-hatian dan pesimisme terhadap komitmen Washington,” demikian pernyataan Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan, rekam jejak Amerika Serikat berulang kali mengingkari komitmen mereka.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada rencana kunjungan ke Jenewa, Swiss dalam dua hari ke depan di tengah berbagai spekulasi mengenai kemungkinan kesepakatan baru.
Republik Islam Iran sepakat membuat perjanjian damai dengan Amerika Serikat.
Menurut Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu 13 Juni 2026 waktu setempat, Teheran meninjau rancangan perjanjian damai tersebut sebelum ditandatangani.
“Kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir peninjauan internal,” kata Baghaei.
Ia menjelaskan, semua lembaga di Iran sedang bertemu untuk memeriksa naskah perjanjian untuk menentukan posisi akhir dari Teheran.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi kepada kantor berita AFP mengatakan bahwa rancangan kesepakatan dengan Amerika akan ditandatangani dari jarak jauh.
Perjanjian yang akan diteken dalam beberapa hari mendatang itu, katanya, ingin disabotase oleh Israel.
Ia mengatakan draf kesepakatan tersebut mencakup pengakhiran blokade angkatan laut Amerika kepada pelabuhan-pelabuhan Iran yang sudah berlangsung sejak 13 April sertapengaturan pengelolaan Selat Hormuz yang strategis.
Lalu lintas melalui Hormuz, jalur pelayaran global yang vital, telah berada di bawah kendali Iran.***
