Inilah destinasi wisata bersejarah di Papua yang berpotensi menarik mata dunia

Avatar photo
24 Juni 2026, 09:45 WIB
0 Komentar

ORBITBARU.COM – Provinsi Papua membutuhkan investor kelas dunia untuk mengembangkan berbagai sektor, khususnya sektor pariwisata yang sampai sekarang belum tergarap maksimal.

Menurut pengamat sosial yang pernah menjadi petinggi perusahaan tambang PT Freeport Indonesia Arnold Kayame kepada Orbitbaru di Jakarta, Senin 22 Juni 2026, Papua menyimpan potensi wisata yang bisa digarap untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan kesejahteraan.

Ia menyebut sektor wisata bernilai sejarah adalah destinasi yang layak dikembangkan dan dipromosikan karena berpotensi besar menarik mata dunia untuk menyaksikannya.

Setidaknya ada enam destinasi wisata bersenjarah di Papua yang layak dikembangkan agar bisa mendatangkan devisa.

Tugu Tsunami

Tugu Tsunami layak menjadi destinasi wisata bersejarah yang layak dipromosikan dan kembangkan karena menjadi pengingat bencana gempa dan tsunami di Kota Biak 17 Februari 1996.

Di tugu tersebut, tertertulis nama-nama korban bencana alam tersebut. Sedikitnya 108 orang meninggal, 423 luka-luka, dan 58 hilang dalam peristiwa terebut.

Lokasi tugu ini ada di Kampung Saukobye, Distrik Biak Utara. Jaraknya sekitar 35 Km atau 50 menit perjalanan dari pusat Kota Biak.

Gua Lima Kamar

Gua Lima Kamar adalah satu satu destinasi wisata bersejarah semasa Perang Dunia II.

Gua tersebut berkaitan dengan aktivitas tentara Jepang selama menduduki Indonesia melawan sekutu.

Gua Lima Kamar ini dulu dipakai oleh tentara Jepang untuk bersembunyian merangkap rumah sakit. Tentara Jepang yang sakit dan terluka dirawat di gua.

Ruangan-ruangan di gua tersebut diisi oleh tentara Jepang dengan tugas berbeda-beda.

Ruangan pertama ditempati oleh penjaga, ruangan kedua untuk pengobatan darurat, ruangan ketiga untuk pengobatan korban yang terluka parah, ruangan keempat untuk mandi dan mencuci, dan ruangan kelima untuk pasien yang sudah hampir sembuh.

Destinasi wisata Gua Lima Kamar ini ada di Kampung Rim, Distrik Biak Timur, sekitar 10 kilometer dengan waktu tempuh 15 menit perjalanan dari Kota Biak.

Gua tersebut sangat berpotensi menarik minat wisatawan luar negeri, khususnya dari Jepang. Warga Jepang bisa diajak menapaki aktivitas pendahuu mereka sewaktu berperang di wilayah Indonesia.

Tugu MacArthur

Tugu MacArthur yang terletak di Sentani, Jayapura ini menjadi pengingat tentang aktivitas tentara Amerika Serikat elama Perang Dunia II di kawasan Pasifik.

Monumen tersebut dibangun untuk mengenang kehadiran pasukan sekutu di kawasan Pasifik pada tahun 1944.

Dari wilayah Sentani inilah Amerika melancarkan perang merebut kembali wilayah jajahan sekutu, termasuk Filipina yang waktu itu dikuasai Jepang.

Tugu tersebut diambil dari panglima perang sekutu di Pasifik Barat Daya, Douglas MacArthur.

MacArthur mendirikan markas besar militer di perbukitan Sentani, tepat di lokasi yang kini berdiri Tugu MacArthur.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung bisa menempuh dengan waktu perjalanan sekitar 15 menit dari Bandar Udara Sentani.

Monumen Perang Dunia II

Monumen tersebut ada di Kota Biak. Letaknya di pinggir jalan menghadap Pantai Parai, tepatnya di Kampung Parai, Distrik Biak Kota.

Monumen tersebut dibangun oleh pemerintah Jepang dalam rangka mengingat gugurnya gugurnya ribuan tentara Jepang selama Perang Dunia II di Kota Biak.

Di monumen tersebut dipendam abu dari pembakaran tulang tentara Jepang yang telah gugur.

Destinasi wisata bersenjarah tersebut berjarak sekitar 10 kilometer, 15 menit perjalanan dari pusat Kota Biak.

Gua Jepang Binsari

Gua Jepang Binsari ini adalah tempat bersembunyi dan pusat logistik tentara Jepang semasa Perang Funia II.

Gua yang lokasinya sangat luas dan tinggi tersebut pernah dibom oleh tetara sekutu.

Di sekitar gua berdiri museum yang memamerkan benda-benda dari dalam gua dan sekitarnya.

Di gua yang dilengkapi tempat pengintaian tersebut dibangun kantin, tempat penjualan suvenir, dan toilet untuk pelayanan wisatawan.

Destinasi wisata bersejarah ini terletak di Kampung Sumberker, Distrik Samofa, sekitar 3,5 kilometer, 10 menit perjalanan dari pusat Kota Biak.

Tugu Pepera

Tugu yang terletak di Biak ini menjadi pengingat tentang penentuan pendapat masayarakat Irian Barat menjadi bagian dari Indonesia.

Ini menjadi tugu paling bersejarah berkaitan berdirinya Negara Kesatuan Repubik Indonesia.

Di dalam tugu tersebut dibuat prasasti yang berisi empat buah keputusan sidang Dewan Musyawarah Pepera Irian Barat, Kabupaten Teluk Cendrawasih, 31 Juli 1969.

Tugu yang diresmikan oleh Presiden Soehartol 22 September 1969 ini berdiri di Kelurahan Brambaken, Distrik Samofa, sekitar 4 kilometer, 10 menit perjalanan dari pusat Kota Biak.***

Terkait