Oleh Krista Riyanto*
ORBITBARU.COM – Tahun 2019, di kantornya di Ancol Taman Impian, saya diberi benda berharga oleh Harianto Badjoeri yang melegenda di Jakarta itu.
Benda itu berupa telepon seluler Samsung tipe S10+. Sebuah telepon seluler yang mahal di waktu itu. Harganya mencapai Rp11-an juta.
“Ini buat alat kerja kamu,” ujar Harianto Badjoeri yang akrab disapa HB ketika memberikan Samsung S10+ kepada saya.

Saya mengenal Mas Har, demikian saya menyapanya ketika saya masih sebagai wartawan pemula di Harian Umum KOMPAS tahun 1990-an.
Setelah sekian lama tak bertemu, saya bertemu kembali secara lebih sering dengan Mas Har tahun 2019 di kantornya di Ancol Taman Impian. Waktu itu, Mas Har menjadi salah seorang direktur di perusahaan milik daerah itu.
Selepas awal 2020, jarang bahkan nyaris tak bertemu lagi dengan Mas Har, karena terhalang situasi pandemi COVID19.
Meski tak lagi bertemu, Samsung S10+ pemberiannya saya pakai terus untuk bekerja. Telepon tersebut saya pakai juga untuk berkomunikasi dengan Mas Har melalui ajudannya.
Dan, memakai Samsung S10+ itu pula, saya berkarya sebagai wartawan. Sudah ribuan berita yang saya publikasikan lewat Samsung S10+ tersebut. Sudah banyak juga materi yang saya peroleh dari Samsung S10+ tersebut.
Dan, enam hari lalu, Samsung S10+ milik saya tiba-tiba error. Layarnya gelap tidak bisa dipakai lagi. Saya pun sempat kelabakan karena banyak data termasuk ratusan foto kenangan tentang Mas Har ada di Samsung S10+ tersebut.
Foto tersebut tentang aktivitas Mas Har di Jakarta waktu itu sampai foto rumahnya sewaktu dia kecil di Kota Blitar, Jawa Timur. Bahkan foto-foto masjid yang ia renovasi di kaki Gunung Kelud, Jawa Timur, Masjid HM Al-Badjuri ada di memori telepon Samsung S10+ itu.
Menurut salah seorang sahabat karibnya sejak kecil di Kota Blitar, Jawa Timur, Anoeng Setyomono, Mas Har masuk ke rumah sakit sekitar lima hari lalu.
Berarti, ketika telepon Samsung S10+ milik saya sedang bermasalah, Mas Har sedang dalam keadaan kritis.
Dan, ketika berganti telepon baru, seratusan foto tentang Mas Har yang tersimpan dimemori Samsung S10+ dengan selamat tertransfer ke telepon saya yang baru.
Sewaktu proses transfer foto dari Samsung S10+ ke telepon seluler saya yang baru berlangsung, saya berharap sekali foto-foto tentang Mas Har tidak hilang.
Saya tidak tahu, apakah kejadian Samsung S10+ saya yang error ketika itu sebagai firasat halus kepada saya tentang keadaan Mas Har yang sedang kritis.
Hari Senin 23 Februari 2026 pagi, ketika puasa Ramadan memasuki hari kelima, saya memperoleh kabar lewat WA dari sahabat Zainal Dante bahwa Mas Har yang pemurah itu berpulang ke rumah Allah SWT.
Inna lillahi wa inna illahi rajiun, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali”.***
*Krista Riyanto, pengelola Orbitbaru
