Gerakan Mahasiswa Hidayatullah menggelar doa bersama untuk Indonesia kuat

6 Juni 2026, 06:21 WIB
0 Komentar

ORBITBARU.COM – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH), Jumat 5 Juni 2026 di Jakarta menggelar doa bersama untuk Indonesia kuat.

Doa bersama bertema Persatuan Nasional Kunci Kemajuan ini menghadirkan Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, bersama ulama muda ustaz M. Joni Eferi.

Dalam sisran persnya, PP GMH menyebut kegiatan tersebut dilandasi keprihatinan terhadap keadaan bangsa di tengah berbagai tantangan, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, korupsi, sampai maraknya disinformasi dan polarisasi di ruang digital.

Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menegaskan, Indonesia hanya dapat berdiri kukuh apabila seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok.

“Kita ingin Indonesia menjadi negara kuat, berdaulat, dan tidak didominasi kepentingan asing. OLeh karena itu, akyat tidak boleh kehilangan harapan terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.

Menurut Rizki, masyarakat tidak boleh menutup mata terhadap praktik korupsi. Namun kritik terhadap pemerintah harus tetap bersifat konstruktif dan berorientasi pada perbaikan, bukan menciptakan perpecahan.

“Kita mendukung pemberantasan korupsi, tetapi pada saat yang sama rakyat harus tetap bersatu mengawal program-program pembangunan. Kritik yang membangun akan memperkuat bangsa, sedangkan fitnah dan kebencian hanya akan melemahkannya,” katanya.

PP GMH mengajak masyarakat belajar dari sejarah agar Indonesia tidak mengulangi masa-masa krisis yang pernah memicu konflik sosial dan kekerasan.

Perbedaan pandangan politik tidak boleh berkembang menjadi permusuhan yang merusak persatuan nasional.

Selain itu, PP GMH mengimbau masyarakat lebih bijak memakai media sosial dan menghindari disinformasi, fitnah, dan kebencian yang dapat menggerus kepercayaan sosial serta mengancam persatuan bangsa.

PP GMH berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kedewasaan rakyat dalam menjaga persatuan, mengawal pembangunan, dan membangun ruang publik yang sehat.

Menuru Rizki, Indonesia kuat bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi karena rakyatnya mampu bersatu menghadapi setiap tantangan.

“Persatuan nasional adalah kunci kemajuan Indonesia,” tuturnya.***

Terkait