Suka cita Natal kembali menyala di Kota Bethlehem Palestina

26 Desember 2025, 06:41 WIB
0 Komentar

ORBITBARU.COM – Perayaan suka cita Natal 2025, Kamis 25 Desember 2025 kembali berlangsung di Kota Bethlehem, Palestina di engah gencatan senjata yang rapuh.

Ratusan umat Kristen berkumpul untuk menjalankan misa Natal di gereja kota itu.

Sudah dua kali Natal, Bethlehem tidak merayakan Natal sejak berkecamuk perang pasukan Israel melawan kelompok perlawanan Hamas di Kota Gaza.

Namun, Natal 2025 kali berbeda. Warga Palestina sudah sedikit aman untuk merayakan Natal di tempat ibadah dan luar rumah.

Perayaan Natal diwarnai parade dan musik di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Jemaat banyak yang duduk di lantai untuk menjalankan misa dalam menyambut Natal.

Pendeta Kardinal Pierbattista Pizzaballa dalam khotbahnya menyerukan perdamaian, harapan, dan kelahiran kembali.

Ia menjelaskan bahwa kisah kelahiran juru selamat Yesus Kristus punya arti penting di tengah gejolak zaman dewasa ini.

“Natal… mengajak kita untuk melihat melampaui logika dominasi, untuk menemukan kembali kekuatan cinta, solidaritas, dan keadilan,” katanya kepada jemaat.

Ia berbicara tentang kunjungannya ke Gaza yang dilanda perang pada akhir pekan lalu, bahwa “penderitaan masih ada” meskipun ada gencatan senjata.

“Luka-lukanya dalam, namun saya harus mengatakan, di sini juga, di sana juga, seruan Natal mereka bergema,” katanya.

“Ketika saya bertemu mereka, saya terkesan oleh kekuatan dan keinginan mereka untuk memulai kembali,” imbuhnya.

Tentang Kota Bethlehem

Bethlehem adalah kota berpenduduk sekitar 29.000 jiwa menurut data 2005.

Kota ini memiliki arti penting bagi umat Kristen, karena dipercayai sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus dari Nazaret.

Kuburan Rahel yang penting dalam agama Yahudi terletak di pinggiran kota ini.

Bethlehem juga adalah tempat bagi komunitas Kristen Israel terbesar di Timur Tengah. Kota ini terletak sekitar 10 km di sebelah selatan Yerusalem, dengan ketinggian sekitar 765 meter (2.510 kaki) di atas permukaan laut.

Kota raya Betlehem juga mencakup kota kecil Beit Jala dan Beit Sahour.

Gereja Kelahiran dibangun oleh Konstantin Agung (tahun 330 M), berdiri di tengah Bethlehem di atas sebuah gua yang dalam bahasa Inggris disebut Holy Crypt, dan yang menurut tradisi Kristen adalah tempat Yesus Kristus dilahirkan. Ini adalah gereja Kristen tertua di dunia.

Dekat dengannya ada satu gua lainnya yang mana menurut cerita seoran bapa gereja Hieronimus menghabiskan tiga puluh tahun hidupnya menterjemahkan alkitab dari bahasa Yunani ke bahasa Latin.***

Terkait