Oleh Manuel Kaisiepo
ORBITBARU.COM – Di salah satu sudut kota Yogyakarta, di wilayah Gowongan, Jetis, bangunan tua bersejarah ini tetap kukuh berdiri. Ia adalah Klenteng Poncowinatan.
Ia adalah simbol sekaligus saksi bisu sejarah toleransi Yogyakarta sejak masa lalu.
Setiap menjelang perayaan tahun baru Imlek, klenteng ini sudah berbenah diri menyambut umatnya yang akan datang beribadah.
Klenteng yang memiliki 17 altar dengan berbagai patung ini sudah dibersihkan dan dihias, sesuai tradisi yang sudah dijalani sejak dahulu.
Tetapi bukan umatnya saja atau warga keturunan Tionghoa saja yang sibuk, masyarakat di sekitarnya dan warga Yogyakarta umumnya ikut bergembira merayakan tahun baru Imlek.
Klenteng Poncowinatan adalah simbol toleransi!
Klenteng yang aslinya bernama Klenteng Kwan Tee Kiong ini dibangun di atas tanah yang dihibahkan kepada penduduk Tiong Hoa di wilayah Yogyakarta oleh Sultan Hamengku Buwono VII tahun 1879.
Dengan begitu, Klenteng Kwan Tee Kiong atau Klenteng Poncowinatan ini juga menjadi simbol sekaligus saksi sejarah sikap arif bijaksana penguasa Ngayogyakarta Hadiningrat ketika itu, Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
Klenteng Poncowinatan adalah saksi sejarah sekaligus simbol toleransi!
Selayaknya semangat menjaga kedamaian dan toleransi yang sudah dibangun sejak lama itu akan tetap dipelihara dan menjadi simbol Yogyakarta.
Itu harapannya…semoga!
Selamat merayakan tahun baru Imlek 2026, Gong Xi Fa Cai!***
