Iran sebut Bandar Udara Internasional Kuwait kena Rudal Patriot Amerika yang eror

4 Juni 2026, 18:11 WIB
0 Komentar

ORBITBARU.COM – Iran menuding Bandar Udara Internasional Kuwait yang rusak parah adalah terkena serangan peluru kendali (Rudal) Patriot milik Amerika Serikat yang eror, sehingga menyasar target yang salah.

Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi telah menjalankan penyelidikan mendalam atas tuduhan Kuwait bahwa mereka menyerang Bandar Udara Internasonal Kuwait.

Dari hasil penyelidikan, katanya, militernya tidak menjalankan serangan ke bandar udara tersebut.

Ia menuding sistem Rudal Patriot milik Amerika yang eror ketika ditembakkan yang kemudian mengenai bandara tersebut.

“Tatuh di terminal setelah gagal mencegat serangan Iran,” tambahnya dikutip oleh media Iran, Press TV, Kamis 4 Juni 2026.

Bandara Internasional Kuwait dilaporkan rusak parah setelah menjadi sasaran serangan drone dan peluru kendai (Rudal) Iran, Rabu 3 Juni 2026 dini hari waktu setempat.

Selain mencederai beberapa korban, serangan Iran tersebut merusak bangunan bandar udara. Atap bangunan ambrol yang kemudian menimpa fasilitas di dalamnya.

Menurut media pemerintah Kuwait, kerusakan parah ada di Terminal 1, yang mana semua fasilitas tak lagi berfungsi.

Serangan tersebut menambah eskalasi konflik di Timur Tengah dan memicu meluasnya ketegangan regional.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) turut mengonfirmasi tentang serangan lebih luas di kawasan Teluk.

Centcom mengaku mencegat dua Rudal balistik Iran yang menargetkan pasukan Amerika di Kuwait.

“Rudal-rudal ini langsung dijatuhkan dan tidak ada personel Amerika yang terluka,” tulis Centcom di X, dikutip dari Reuters. Selain ke Kuwait, menurut meeka, Iran juga meluncurkan tiga Rudal lain ke Bahrain, yang kemudian dicegat oleh pasukan gabungan Amerika dan Bahrain.

Sebagai bentuk balasan serangan tersebut, pasukan Amerika menyerang Pulau Qeshm dan melumpuhkan beberapa Rudal balistik serta drone Iran.

Media Iran sempat melaporkan adanya suara ledakan di area Pulau Qeshm tanpa menyebutkan penyebabnya.

Kuwait adalah negara Teluk yang kaya minyak sekaligus sekutu dekat Amerika, kerap menjadi sasaran serangan Iran sejak Amerika dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.***

Terkait