Ayatollah Ali Khamenei: Soekarno satu tokoh yang memberi pengaruh padanya

3 Maret 2026, 08:01 WIB
0 Komentar

ORBITBARU.COM – “Ada tiga atau empat orang yang memberi pengaruh besar dalam hidupku, & yang paling berpengaruh adalah Ahmad Sukarno”.

Pengakuan ini datang dari Ayatollah Ali Hosseini Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang gugur syahid diserang penjajah Anmerika Serikat (AS) dan Israel.

Dikutip dari akun Instagram @bigbung, kisah ini abadi dalam memori Ismail Amin Passanai, putra Bulukumba yang menempuh studi S2 dan sekarang ini menetap di Iran.

Dulu, Ismail adalah pemuda yang skeptis terhadap Pancasila. Iaenggan berdiri demi lagu Indonesia Raya. Namun, gejolak berdarah dalam Arab Spring 2011 mengubah haluannya.

Ia lalu menyaksikan Ayatollah Ali Khamenei menyebut nama Bung Karno sebagai inspiratornya ketika membuka KTT Gerakan Non-Blok 2012 di Teheran. Pujian senada disampaikan Khamenei kembali pada 2016 di hadapan Presiden Joko Widodo.

Penelusuran Ismail membawanya kepada sebuah arsip pidato tahun 1990. Pidato itu berisi kekaguman Khamenei pada Bung Karno dan Pancasila yang merangkul beragam ideologi secara inklusif.

Di sana, Khamenei, di hadapan rakyatnya, mengenang masa-masa gelap di penjara Teheran tahun 1974. Ia berbagi sel dengan seorang aktivis sosialis fanatik yang dingin dan sinis, karena perbedaan ideologi.

Di tengah kebekuan itu, Khamenei berkata: “Ahmad Soekarno pernah berkata di Konferensi Bandung bahwa yang mengumpulkan kita bukanlah kesamaan agama, ideologi atau suku, melainkan kepentingan yang sama. Jika persatuan bisa memengaruhi dunia, apalagi untuk sel yang sempit ini.”

Kalimat itu meluluhkan sekat. Sosok sosialis itu, Abul Hasan Bani Sadr yang kemudian menjadi Presiden Pertama Iran, akhirnya bersahabat dengan Khamenei.

“Sejatinya Ahmad Soekarno yang mendekatkan kami. Hari ini juga demikian. Negara-negara kita membutuhkan persatuan. Hari ini semua negara Islam sedang menjadi incaran konspirasi dan keserakahan, di saat sesungguhnya kita memiliki kekuatan.”

Pendahulu Khamenei, Pemimpin Revolusi Imam Khomeini dalam bukunya “Wilayatul Faqih” juga mengakui Bung Karno sebagai manusia besar dalam sejarah.

Ia mengutip gagasan Bung Karno dalam mendirikan negara, semangat kemandirian dan anti imperialisme.

Sekarang, mereka telah tiada, tetapi sejarah telah mencatat kesuksesan revolusi Iran meruntuhkan rezim yang disokong imperialis AS pada 1979.

Lekas pulih, Iran.***

Terkait