Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin revolusioner yang dibenci penjajah Amerika

2 Maret 2026, 04:25 WIB
0 Komentar

Oleh Anwar Saragih

ORBITBARU.COM – Mengagumi Ayatollah Ali Khamenei adalah pilihan ideologis.
Ia pemimpin revolusioner. Hatinya teguh tak gampang dibolak-balik. Ia menjaga martabat dan marwah negaranya.

Orang-orang seperti Khamenei ini dicap barat sebagai setan. Axis of Evil–Poros Setan. Sebuah istilah yang populer diawal tahun 2000-an oleh Presiden AS George W Bush.

Selain Khamenei, pemimpin yang dicap sebagai poros setan oleh Bush adalah Fidel Castro dari Kuba, Evo Morales dari Bolivia, Hugo Chavez dari Venezuela, Saddam Hussein dari Irak, sampai Kim Jong Il dari Korea Utara.

Dengan melabeli mereka sebagai poros setan, Amerika Serikat (AS) mengkonstruksi wacana bahwa mereka seolah adalah tubuh yang sakit atau sel kangker jahat dalam sistem politik global.

Intervensi militer kemudian dijalankan dengan klaim menyembuhkan dan membuang sel berbahaya dari populasi bumi.

Yang mana dalam bahasa Michel Foucault (1980) dikenal istilah Biopolitik. Yang mana relasi kekuasaan itu dipakai untuk mengatur kehidupan dan populasi. Padahal mereka adalah pemimpin yang konsisten menolak intervensi barat ke negaranya.

Kekaguman kepada Khamenei jelas tidak berdiri tunggal. Bukan alasan agama tentunya, tetapi tentang ia menolak dalil-dalil keserakahan atas nama hak asasi dan demokrasi karena hegemoni AS yang ingin menguasai Timur Tengah.

Selama ini, cara AS dalam politik global sangat memuakkan, utamanya di Timur Tengah. Mereka “menciptakan” Osama Bin Laden sebagai legitimasi menguasai Afganistan.

Mereka juga menyerang Irak dengan tuduhan Saddam Hussein mengembangkan nuklir. Tuduhan tak berdasar dan tidak terbukti sampai hari ini.

Dan, sekarang AS memakai tangan israel untuk menyerang Iran dan membunuh Khamenei juga dengan alasan sama. Nuklir.

Pintu masuk AS dari dulu sama saja, mula-mula operasi konflik horizontal, rakyat dibenturkan. Media mereka kemudian muncul dengan narasi bahwa pemimpin-pemimpin seperti Khamenei ini adalah diktator.

Bahasa “diktator” ini sejak dulu dijadikan “pintu Doraemon” atau pintu kemana saja bagi AS jika ingin beroperasi di satu negara. Soekarno pernah dioperasi dengan cara yang sama. Oleh CIA. Hanya karena Soekarno menolak segala bentuk upaya penguasaan kekayaan alam Indonesia jatuh ke AS.***

Terkait