Argentina tajam di depan, Spanyol kuat di belakang

Avatar photo
17 Juli 2026, 09:24 WIB
0 Komentar

ORBITBARU.COM – Pertandingan grand final Piala Dunia 2026 Argentina melawan Spanyol, Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB di Stadion New York, New Jersey akan berjalan sangat ketat.

Bukan saja karena sudah melalui lima fase kompetisi: fase grup, fase 32 besar, fase 16 besar, fase perempat final, dan fase semifinal, tetapi Argentina dan Spanyol memiliki dua barisan berbeda yang sama kuatnya dalam bermain.

Data statistik menunjukkan, Argentina memiliki barisan depan yang tajam dalam menyerang, sedangkan Spanyol memiliki barisan belakang yang kuat dalam bertahan.

Argentina mencatat hasil kemenangan sempurna dalam tujuh kali bertanding sejak fase grup sampai semifinal.

Argentina menang 3-1 melawan Aljazair, menang 2-0 melawan Austria, menang 3-1 melawan Yordania, menang 3-2 melawang Tanjung Verde, menang 3-2 melawan Mesir, menang 3-1 melawan Swiss, dan menang 2-1 melawan Inggris.

Sedangkan jalan Spanyol tidak sesempurna Argentina. Mereka sempat ditahan imbang 0-0 ketika melawan Tanjung Verde di fase grup. Selebihnya, mereka meraih kemenangan 1-0 melawan Uruguay, menang 4-0 melawan Arab Saudi, menang 3-0 melawan Austria, menang 1-0 melawan Portugal, menang 2-1 melawan Belgia, dan menang 2-0 melawan Prancis.

Dalam perjalanannya menuju grand final, Argentina memasukkan 19 gol dan kemasukan tujuh gol. Artinya, Argentina memiliki selisih 12 gol.

Dari 19 gol Argentina itu, delapan di antaranya dicetak oleh Lionel Messi.

Messi untuk sementara waktu menjadi pencetak gol terbanyak dengan delapan gol dan empat assist, mengungguli Kylian Mbappe delapan gol dan tiga assist.

Barisan depan Argentina yang tajam dalam menyerang tersebut terlihat dari kualitas pemain mereka seperti Lautaro Martinez, Lionel Messi, dan Julian Alvarez.

Dalam urusan menyerang, Spanyol memasukkan 13 gol ke gawang lawan, namun hanya kemasukan satu gol. Artinya, Spanyol memiliki selisih 12 gol.

Sedikitnya gol yang masuk ke gawang Spanyol menunjukkan bahwa mereka punya barisan pertahanan yang kuat.

Barisan belakang Spanyol yang kuat ini tidak lepas dari kualitas kiper Unai Simon dan bek Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Curbasi, Pedro Porro.

Dari perbandingan data tersebut terlihat bahwa Argentina dan Spanyol memiliki selisih gol yang sama, 12.

Meski memiliki selisih gol yang sama, Argentina dan Spanyol berbeda dalam cara bekerja mencetak menghasilkan selisih gol tersebut. Argentina mengandalkan ketajaman di barisan depan, sedangkan Spanyol bertumpu kepada kekuatan di barisan belakang mereka.

Barisan belakang Spanyol yang kuat ini tidak lepas dari kualitas kiper Unai Simon dan bek Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Curbasi, Pedro Porro.

Dari data tadi menunjukkan bahwa Argentina yang tajam di depan akan menguji barisan belakang Spanyol yang kuat di grand final nanti.***

 

Terkait